Dampak Narkoba Bagi Kesehatan Reproduksi Remaja
Artikel kesehatan kali ini akan membahas ihwal dampak narkoba bagi kesehatan reproduksi remaja. Kebanyakan zat dalam narkoba bahwasanya digunakan untuk pengobatan dan penelitian. Tetapi karena banyak sekali alasan , mulai dari harapan untuk coba-coba , ikut musim atau gaya , lambang status sosial , ingin melupakan masalah , dan lainnya maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berianjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi yang disebut juga kecanduan. Kecanduan inilah yang tentunya bisa menimbulkan banyak sekali gangguan baik itu gangguan psikologis dan fisik karena terdapat terjadinya kerusakan pada sistem syaraf sentra dan organ-organ badan ibarat jantung , paru-paru , hati dan ginjal.
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai , kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum , akhir dari kecanduan narkoba ini bisa dilihat pada fisik , psikis ataupun sosial seseorang. Pada fisik seseorang , bisa terlihat diantaranya pada kesehatan reproduksi.
Adapun definisi dari kesehatan reproduksi itu sendiri berdasarkan Badan Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO ialah keadaan kesejahteraan fisik , mental , dan sosial secara lengkap dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan , dalam segala hal yang bekerjasama dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsi serta prosesnya. Satu saja dari syarat itu tidak terpenuhi maka tidak dapat disebut sehat reproduksinya. Sebagai teladan saja , semua organ reproduksi seseorang bisa dinyatakan sehat dan bisa berfungsi ibarat biasa secara normal , tapi bila beliau memiliki beban pikiran yang berat , mungkin akan mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan karena ada hormon yang turut mensugesti kesuburannya dikala itu dan mengurangi kemampuannya untuk dapat disebut subur.
Salah satu alasan yang diungkapkan mengapa banyak remaja yang terkena narkoba ialah mitos bahwa narkoba dapat meningkatkan fungsi z3kzual. Itulah mengapa banyak pasangan baik remaja atau remaja atau pasangan sampaumur yang setelah diperiksa ternyata darahnya positif mengandung narkoba. Kenyataan medis menyatakan bahwa narkoba tidak dapat meningkatkan fungsi z3kzual namun justru menimbulkan akibat buruk terhadap fungsi z3kzual dan organ badan yang lain , selain tentunya kematian.
Beberapa masalah yang bekerjasama dengan masalah reproduksi antara lain morbiditas (gangguan kesehatan) dan simpulan hidup perempuan yang berkaitan dengan kehamilan dan narkoba , termasuk di dalamnya juga masalah gizi dan anemia di kalangan perempuan , penyebab serta komplikasi dari kehamilan perempuan penyalah guna narkoba , masalah kemandulan dan ketidaksuburan akhir penggunaan narkoba , pelayanan kesehatan pada perempuan pecandu yang terinfeksi HIV , IMS atau penyakit menular lainnya.
Dampak terhadap kesehatan reproduksi umumnya ialah gangguan padaendokrin , seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen , progesteron , testosteron) , serta gangguan fungsi z3kzual. Akibat yang terjadi pada kesehatan reproduksi khususnya pada remaja perempuan ialah terjadinya perubahan periode menstruasi , ketidakteraturan menstruasi , dan amenorhoe (tidak haid).
Masalah penularan penyakit yang ditularkan melalui korelasi terlarang juga salah satu dampak narkoba bagi remaja ibarat penyakit menular z3kzual seperti sifilis , gonorrhea , herpes kelamin , clamidia dan lainnya. Penyakit HIV/AIDS yang jadi momok dikalangan perempuan pecandu. Selain daripada itu , akhir psikologi dan juga sosial dari penularan aneka macam penyakit itu harus ditangani dengan sebaik-baiknya dan menyeluruh.
Seperti telah disebutkan di atas bahwa gangguan fungsi z3kzual dan reproduksi yang terjadi , tergantung dari jenis narkoba yang digunakan dan jangka waktu menggunakan materi yang berbahaya itu. Berikut ini akan diuraikan pengaruh beberapa jenis narkoba terhadap fungsi z3kzual dan reproduksi.
Heroin
Walaupun menimbulkan euforia , tidak berarti heroin menunjukkan pengaruh positif bagi fungsi z3kzual dan reproduksi. Heroin justru menimbulkan pengaruh buruk bagi fungsi z3kzual. Pada laki-laki akan terjadi penurunan nilai kadar hormon testosteron , menurunnya harapan melaksanakan hubungan z3kzual , terjadinya disfungsi 3r3ksi , dan hambatan 3zakulasi. Pada wanita , beberapa pengaruh buruk terjadi juga pada fungsi z3kzual dan reproduksi , yaitu menurunnya dorongan z3kzual , kegagalan orgazme , terhambatnya menstruasi , gangguan kesuburan , mengecilnya payudara , dan keluarnya cairan dari payudara. Problem ini bisa terjadi akhir pengaruh heroin yang menghambat fungsi dari hormon tersebut , baik pada pria maupun wanita.
Marijuana
Selain menimbulkan pengaruh halusinasi , marijuana juga menimbulkan akhir buruk bagi fungsi z3kzual. Bahan yang diisap ibarat rokok ini memiliki kandungan tar yang jauh lebih tinggi daripada rokok. Berbagai akhir pada fungsi z3kzual dan reproduksi dapat terjadi karena penggunaan marijuana. Beberapa dampak pada kaum Adam ialah menjadi mengecilnya ukuran testis serta menurunnya nilai kadar dari hormon testosteron. Lebih lanjut menimbulkan pembesaran payudara pria , dorongan z3kzual menurun , disfungsi 3r3kzi , dan gangguan sperma. Pada kaum wanita bisa menyebabkan terjadiinyagangguan sel telur , susah hamil , serta terhambatnya proses dalam kelahiran , di samping dorongan 'hasrat' yang menurun.
Bagaimana dengan fakta yang ditemukan di lapangan? Para pecandu narkoba umumnya aktif secara z3kzual , baik laki-laki maupun perempuan , baik dilakukan secara sadar maupun tidak sadar (dalam kondisi high/pedaw).
Penggunaan narkoba menimbulkan mereka tidak berpikir dengan panjang akan akhir yang terjadi dari korelasi 'terlarang' yang mereka lakukan. Namun demikian , walaupun aktif z3kzual bukan berarti mereka mempunyai gosip akurat mengenai aspek z3kzualitas dan kesehatan reproduksi , karena umumnya pengetahuan mereka mengenai hal itu sangat terbatas.
Jangankan faktor untuk melaksanakan pencegahan kehamilan atau tertular bisul menular z3kzual yang sebetulnya bisa dicegah dengan menggunakan kondom , untuk faktor yang sangat sederhana ihwal akhir dari korelasi terlarang yang tidak aman dapat menyebabkan kehamilan dan IMS-HIV/AIDS saja tidak mereka ketahui sebelumnya.
Akibatnya , dalam sebuah studi ditemukan bahwa dari perempuan pecandu yang sudah aktif z3kzual , 40% di antaranya sudah pernah mengalami pengguguran dan 80% dari mereka sudah pernah mengalami IMS , termasuk HIV/AIDS!
Pada umumnya mereka melaksanakan korelasi terlarang dengan sahabat sesama pecandu , baik itu saudara , pacar , orang gres dikenal ataupun bandar untuk menerima narkoba. Kaprikornus banyak juga yang menjual jasa z3ks untuk ditukar dengan narkoba. Ada juga kasus dimana seseorang malah menjadi korban dari perilaku sobat atau pacarnya sendiri yaitu dengan sengaja memasukkan obat-obatan yang menyebabkan mereka kehilangan kesadaran dan dikala bangkit , mereka sudah tidak perawan lagi , atau tiba-tiba satu bulan kemudian beliau mendapati dirinya hamil dan tertular IMS!
Dalam kehidupan pecandu , sudah jamak apabila memiliki pasangan lebih dari 1 orang dikarenakan adanya kebutuhan untuk menerima narkoba tadi , terutama di dikala tidak punya uang untuk membeli. Para pecandu yang sudah pernah melaksanakan korelasi terlarang dengan lebih dari 10 orang pun sudah dianggap wajar lagi , demikian pula halnya dengan pecandu perempuan yang sudah pernah pengguguran lebih dari 1 kali juga sudah jamak terjadi.
Hal yang lebih membuat miris ialah pengguguran yang dilakukannya umumnya secara tidak aman , dalam arti dilakukan oleh bukan orang yang berkompeten di bidangnya , tidak menggunakan alat-alat steril dan tidak diakui dalam dunia medis , sehingga menyebabkan tingginya risiko terjadinya kematian. Apalagi kalau si pecandu tersebut malah sudah dinyatakan positif terinfeksi virus HIV , kalau saja aneka peralatan pengguguran yang beliau pakai tersebut setelah menolong beliau ternyata tidak disteril , lalu dipakai untuk melaksanakan pengguguran pada orang lain , maka alat tersebut dapat menjadi sarana penularan HIV di antara para pasien pengguguran tidak aman! Sudah dapat dibayangkan tingginya penularan HIV yang terjadi di akomodasi pelayanan pengguguran tidak aman ini.
Pecandu yang kebetulan nggak melaksanakan pengguguran pun , tidak berarti bahwa beliau bisa menjalankan proses kehamilannya dengan aman. Pecandu perempuan yang masih memakai narkoba selama hamil , dapat menyebabkan keguguran , lahir prematur , lahir mati atau bayi lahir dalam kondisi sakaw (gejala putus obat). Si pecandu dari kaum wanita yang lagi hamil puna rentan sekali terkena kekerasan baik itu dari suaminya sendiri , pacar , bandar dan lainnya yang dapat membahayakan kehamilannya. Bahkan ada seorang pecandu hamil yang didorong seniornya di panti rehabilitasi dari atas tangga hingga jatuh ke bawah dan mengalami keguguran , perdarahan jago hingga menyebabkan kematian!
Selanjutnya langkah-langkah apa yang wajib kita kerjakan biar bisa jauh dari ancaman narkoba? Beberapa diantaranya ialah memiliki prinsip hidup sehat , memperkuat keimanan dengan rajin beribadah , memilih lingkungan pergaulan yang sehat , komunikasi yang baik kepada kedua orang renta atau orang-orang terdekat. Salah satu solsui yang paling utama buat remaja ialah selalu menjauhi pintu masuknya narkoba yakni rokok.
Hubungan komunikasi yang baik antara anak dengan orang tuanya tentu akan memudahkan dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi oleh anak. Selain untuk mencegah anak menyalahgunakan narkoba , orang renta juga berperan sebagai pemantau dan pendeteksi dini terhadap perilaku anak.
Sumber :
http://www.mitrainti.org/?q=node/534
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai , kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum , akhir dari kecanduan narkoba ini bisa dilihat pada fisik , psikis ataupun sosial seseorang. Pada fisik seseorang , bisa terlihat diantaranya pada kesehatan reproduksi.
Adapun definisi dari kesehatan reproduksi itu sendiri berdasarkan Badan Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO ialah keadaan kesejahteraan fisik , mental , dan sosial secara lengkap dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan , dalam segala hal yang bekerjasama dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsi serta prosesnya. Satu saja dari syarat itu tidak terpenuhi maka tidak dapat disebut sehat reproduksinya. Sebagai teladan saja , semua organ reproduksi seseorang bisa dinyatakan sehat dan bisa berfungsi ibarat biasa secara normal , tapi bila beliau memiliki beban pikiran yang berat , mungkin akan mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan karena ada hormon yang turut mensugesti kesuburannya dikala itu dan mengurangi kemampuannya untuk dapat disebut subur.
Salah satu alasan yang diungkapkan mengapa banyak remaja yang terkena narkoba ialah mitos bahwa narkoba dapat meningkatkan fungsi z3kzual. Itulah mengapa banyak pasangan baik remaja atau remaja atau pasangan sampaumur yang setelah diperiksa ternyata darahnya positif mengandung narkoba. Kenyataan medis menyatakan bahwa narkoba tidak dapat meningkatkan fungsi z3kzual namun justru menimbulkan akibat buruk terhadap fungsi z3kzual dan organ badan yang lain , selain tentunya kematian.
Beberapa masalah yang bekerjasama dengan masalah reproduksi antara lain morbiditas (gangguan kesehatan) dan simpulan hidup perempuan yang berkaitan dengan kehamilan dan narkoba , termasuk di dalamnya juga masalah gizi dan anemia di kalangan perempuan , penyebab serta komplikasi dari kehamilan perempuan penyalah guna narkoba , masalah kemandulan dan ketidaksuburan akhir penggunaan narkoba , pelayanan kesehatan pada perempuan pecandu yang terinfeksi HIV , IMS atau penyakit menular lainnya.
Dampak terhadap kesehatan reproduksi umumnya ialah gangguan padaendokrin , seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen , progesteron , testosteron) , serta gangguan fungsi z3kzual. Akibat yang terjadi pada kesehatan reproduksi khususnya pada remaja perempuan ialah terjadinya perubahan periode menstruasi , ketidakteraturan menstruasi , dan amenorhoe (tidak haid).
Masalah penularan penyakit yang ditularkan melalui korelasi terlarang juga salah satu dampak narkoba bagi remaja ibarat penyakit menular z3kzual seperti sifilis , gonorrhea , herpes kelamin , clamidia dan lainnya. Penyakit HIV/AIDS yang jadi momok dikalangan perempuan pecandu. Selain daripada itu , akhir psikologi dan juga sosial dari penularan aneka macam penyakit itu harus ditangani dengan sebaik-baiknya dan menyeluruh.
Seperti telah disebutkan di atas bahwa gangguan fungsi z3kzual dan reproduksi yang terjadi , tergantung dari jenis narkoba yang digunakan dan jangka waktu menggunakan materi yang berbahaya itu. Berikut ini akan diuraikan pengaruh beberapa jenis narkoba terhadap fungsi z3kzual dan reproduksi.
Heroin
Walaupun menimbulkan euforia , tidak berarti heroin menunjukkan pengaruh positif bagi fungsi z3kzual dan reproduksi. Heroin justru menimbulkan pengaruh buruk bagi fungsi z3kzual. Pada laki-laki akan terjadi penurunan nilai kadar hormon testosteron , menurunnya harapan melaksanakan hubungan z3kzual , terjadinya disfungsi 3r3ksi , dan hambatan 3zakulasi. Pada wanita , beberapa pengaruh buruk terjadi juga pada fungsi z3kzual dan reproduksi , yaitu menurunnya dorongan z3kzual , kegagalan orgazme , terhambatnya menstruasi , gangguan kesuburan , mengecilnya payudara , dan keluarnya cairan dari payudara. Problem ini bisa terjadi akhir pengaruh heroin yang menghambat fungsi dari hormon tersebut , baik pada pria maupun wanita.
Marijuana
Selain menimbulkan pengaruh halusinasi , marijuana juga menimbulkan akhir buruk bagi fungsi z3kzual. Bahan yang diisap ibarat rokok ini memiliki kandungan tar yang jauh lebih tinggi daripada rokok. Berbagai akhir pada fungsi z3kzual dan reproduksi dapat terjadi karena penggunaan marijuana. Beberapa dampak pada kaum Adam ialah menjadi mengecilnya ukuran testis serta menurunnya nilai kadar dari hormon testosteron. Lebih lanjut menimbulkan pembesaran payudara pria , dorongan z3kzual menurun , disfungsi 3r3kzi , dan gangguan sperma. Pada kaum wanita bisa menyebabkan terjadiinyagangguan sel telur , susah hamil , serta terhambatnya proses dalam kelahiran , di samping dorongan 'hasrat' yang menurun.
Bagaimana dengan fakta yang ditemukan di lapangan? Para pecandu narkoba umumnya aktif secara z3kzual , baik laki-laki maupun perempuan , baik dilakukan secara sadar maupun tidak sadar (dalam kondisi high/pedaw).
Penggunaan narkoba menimbulkan mereka tidak berpikir dengan panjang akan akhir yang terjadi dari korelasi 'terlarang' yang mereka lakukan. Namun demikian , walaupun aktif z3kzual bukan berarti mereka mempunyai gosip akurat mengenai aspek z3kzualitas dan kesehatan reproduksi , karena umumnya pengetahuan mereka mengenai hal itu sangat terbatas.
Jangankan faktor untuk melaksanakan pencegahan kehamilan atau tertular bisul menular z3kzual yang sebetulnya bisa dicegah dengan menggunakan kondom , untuk faktor yang sangat sederhana ihwal akhir dari korelasi terlarang yang tidak aman dapat menyebabkan kehamilan dan IMS-HIV/AIDS saja tidak mereka ketahui sebelumnya.
Akibatnya , dalam sebuah studi ditemukan bahwa dari perempuan pecandu yang sudah aktif z3kzual , 40% di antaranya sudah pernah mengalami pengguguran dan 80% dari mereka sudah pernah mengalami IMS , termasuk HIV/AIDS!
Pada umumnya mereka melaksanakan korelasi terlarang dengan sahabat sesama pecandu , baik itu saudara , pacar , orang gres dikenal ataupun bandar untuk menerima narkoba. Kaprikornus banyak juga yang menjual jasa z3ks untuk ditukar dengan narkoba. Ada juga kasus dimana seseorang malah menjadi korban dari perilaku sobat atau pacarnya sendiri yaitu dengan sengaja memasukkan obat-obatan yang menyebabkan mereka kehilangan kesadaran dan dikala bangkit , mereka sudah tidak perawan lagi , atau tiba-tiba satu bulan kemudian beliau mendapati dirinya hamil dan tertular IMS!
Dalam kehidupan pecandu , sudah jamak apabila memiliki pasangan lebih dari 1 orang dikarenakan adanya kebutuhan untuk menerima narkoba tadi , terutama di dikala tidak punya uang untuk membeli. Para pecandu yang sudah pernah melaksanakan korelasi terlarang dengan lebih dari 10 orang pun sudah dianggap wajar lagi , demikian pula halnya dengan pecandu perempuan yang sudah pernah pengguguran lebih dari 1 kali juga sudah jamak terjadi.
Hal yang lebih membuat miris ialah pengguguran yang dilakukannya umumnya secara tidak aman , dalam arti dilakukan oleh bukan orang yang berkompeten di bidangnya , tidak menggunakan alat-alat steril dan tidak diakui dalam dunia medis , sehingga menyebabkan tingginya risiko terjadinya kematian. Apalagi kalau si pecandu tersebut malah sudah dinyatakan positif terinfeksi virus HIV , kalau saja aneka peralatan pengguguran yang beliau pakai tersebut setelah menolong beliau ternyata tidak disteril , lalu dipakai untuk melaksanakan pengguguran pada orang lain , maka alat tersebut dapat menjadi sarana penularan HIV di antara para pasien pengguguran tidak aman! Sudah dapat dibayangkan tingginya penularan HIV yang terjadi di akomodasi pelayanan pengguguran tidak aman ini.
Pecandu yang kebetulan nggak melaksanakan pengguguran pun , tidak berarti bahwa beliau bisa menjalankan proses kehamilannya dengan aman. Pecandu perempuan yang masih memakai narkoba selama hamil , dapat menyebabkan keguguran , lahir prematur , lahir mati atau bayi lahir dalam kondisi sakaw (gejala putus obat). Si pecandu dari kaum wanita yang lagi hamil puna rentan sekali terkena kekerasan baik itu dari suaminya sendiri , pacar , bandar dan lainnya yang dapat membahayakan kehamilannya. Bahkan ada seorang pecandu hamil yang didorong seniornya di panti rehabilitasi dari atas tangga hingga jatuh ke bawah dan mengalami keguguran , perdarahan jago hingga menyebabkan kematian!
Selanjutnya langkah-langkah apa yang wajib kita kerjakan biar bisa jauh dari ancaman narkoba? Beberapa diantaranya ialah memiliki prinsip hidup sehat , memperkuat keimanan dengan rajin beribadah , memilih lingkungan pergaulan yang sehat , komunikasi yang baik kepada kedua orang renta atau orang-orang terdekat. Salah satu solsui yang paling utama buat remaja ialah selalu menjauhi pintu masuknya narkoba yakni rokok.
Hubungan komunikasi yang baik antara anak dengan orang tuanya tentu akan memudahkan dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi oleh anak. Selain untuk mencegah anak menyalahgunakan narkoba , orang renta juga berperan sebagai pemantau dan pendeteksi dini terhadap perilaku anak.
Sumber :
http://www.mitrainti.org/?q=node/534